ImageTerangi Desa dengan Membaca
Image

Terangi Desa dengan Membaca

Rp 50.037 dan masih terus dikumpulkan
1 Donatur ∞ hari lagi

Di pesisir Wakatobi, Sulawesi Tenggara, di antara rumah-rumah panggung yang berdiri di atas laut, ada satu tantangan besar yang sering tak terlihat oleh banyak orang: krisis literasi. Banyak anak tumbuh tanpa bisa membaca dan menulis. Sekolah terasa jauh, dan buku bukan bagian dari keseharian mereka. Di tengah kondisi ini, hadir Sikola Bajalan, sebuah inisiatif pendidikan yang membuka akses belajar bagi anak-anak yang selama ini terabaikan.

Agustia, seorang perempuan muda dari Wakatobi, melihat sendiri bagaimana keterbatasan literasi menghambat masa depan anak-anak Suku Bajau. Sebagai masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan, pendidikan bukanlah prioritas utama. Banyak anak akhirnya putus sekolah atau bahkan tidak bisa membaca dan menulis meski sudah berusia belasan tahun.

 

Melihat kondisi ini, Tia tak tinggal diam. Ia yakin bahwa membaca adalah gerbang menuju masa depan yang lebih baik. Namun, ia sadar bahwa akses pendidikan formal saja tidak cukup. Anak-anak butuh ruang belajar yang dekat dan mudah dijangkau, sesuatu yang bisa menjadi tempat mereka mengenal aksara tanpa harus keluar dari lingkungan mereka.

Dari situlah Sikola Bajalan hadir di tengah masyarakat untuk menjembatani anak-anak dengan dunia literasi.

 

🙏 Mari kita menjadi keluarga bagi Sikola Bajalan

 💛 Donasi Anda akan membantu krisis literasi pesisir Wakatobi, Sulawesi Tenggara

 

Baca selengkapnya ▾

  • Januari, 28 2025

    Campaign is published

HM21 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.037
Bagikan melalui:
✕ Close